Pembinaan
Karakter Pelajar
Karakter merupakan nilai-nilai
perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri,
sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap,
perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata
krama, budaya, dan adat istiadat. Pendidikan karakter didaptakan dari
pendidikan formal maupun non formal.
Pendidikan karakter non formal, sebenarnya
sudah didapatkan sejak dari lingkungan keluarga, sejak kecil pelajar sudah
memperolehnya, setelah dari keluarga pelajar juga mempeloreh pendidikan
karakter dari masyarakat, dan pendidikan karakter formal diperoleh dalam
lembaga pendidikan di sekolah misalnya siswa sudah dibekali dengan nilai agama,
pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya sudah mencakup nilai-nilai
pendidikan karakter. Belum lagi pendidikan karakter di luar jam sekolah,
misalnya kegiatan pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa, masa orientasi siswa (MOS), OSIS, UKS, PMI, pembinaan bakat dan minat,
kepramukaan, dan lain sebagainya. Suatu contoh dengan kepramukaan disitu dapat
menanamkan nilai demokratis, patuh pada aturan-aturan sosial, menghargai
keberagaman, memecahkan suatu masalah, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
Upaya pendidikan dalam rangka
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya memberikan makna perlunya pengembangan.
Pengembangan karakter manusia akan sangat mempengaruhi perubahan bangsa ini.
Dimulai dengan perubahan pola pikir terhadap generasi penerus secara terencana,
sehingga dapat mengatasi berbagai problematika pelajar. Segala permasalahan
pelajar seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, putus sekolah, dan
permasalahan yang sering menghantui dunia pelajar, dapat diminimalisir dengan
pembentukan karakter pelajar.
Diharapkan setelah karakter pelajar
terbentuk, para pelajar ini dapat menghasilkan berbagai karya, meraih berbagai
prestasi, dan nantinya dapat menjadi generasi pemimpin yang berkarakter sesuai
norma, memiliki jiwa sosial, dan bertanggung jawab. Untuk itu sangatlah penting
pendidikan karakter formal dan non formal untuk generasi penerus bangsa saat
ini.
Titin
Wahyu Septiyana
Dadi bu guru ta sekarang... hehe
BalasHapusmboten pak fajrin, hanya peduli saja
Hapus