Selasa, 09 Mei 2017

PEMBINAAN KARAKTER PELAJAR



Pembinaan Karakter Pelajar

            Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Pendidikan karakter didaptakan dari pendidikan formal maupun non formal.
            Pendidikan karakter non formal, sebenarnya sudah didapatkan sejak dari lingkungan keluarga, sejak kecil pelajar sudah memperolehnya, setelah dari keluarga pelajar juga mempeloreh pendidikan karakter dari masyarakat, dan pendidikan karakter formal diperoleh dalam lembaga pendidikan di sekolah misalnya siswa sudah dibekali dengan nilai agama, pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya sudah mencakup nilai-nilai pendidikan karakter. Belum lagi pendidikan karakter di luar jam sekolah, misalnya kegiatan pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, masa orientasi siswa (MOS), OSIS, UKS, PMI, pembinaan bakat dan minat, kepramukaan, dan lain sebagainya. Suatu contoh dengan kepramukaan disitu dapat menanamkan nilai demokratis, patuh pada aturan-aturan sosial, menghargai keberagaman, memecahkan suatu masalah, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
            Upaya pendidikan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya memberikan makna perlunya pengembangan. Pengembangan karakter manusia akan sangat mempengaruhi perubahan bangsa ini. Dimulai dengan perubahan pola pikir terhadap generasi penerus secara terencana, sehingga dapat mengatasi berbagai problematika pelajar. Segala permasalahan pelajar seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, putus sekolah, dan permasalahan yang sering menghantui dunia pelajar, dapat diminimalisir dengan pembentukan karakter pelajar.
            Diharapkan setelah karakter pelajar terbentuk, para pelajar ini dapat menghasilkan berbagai karya, meraih berbagai prestasi, dan nantinya dapat menjadi generasi pemimpin yang berkarakter sesuai norma, memiliki jiwa sosial, dan bertanggung jawab. Untuk itu sangatlah penting pendidikan karakter formal dan non formal untuk generasi penerus bangsa saat ini.


                                                                                                Titin Wahyu Septiyana

Jumat, 29 April 2016

Essay On the Job Training



Nama  : Titin Wahyu Septiyana
NRP    : 6113030004
Prodi   : DC 6 A
Essay Pengalaman OJT
Tempat OJT : PT.INKA Madiun

Syukur alhamdulillah saya bisa diterima OJT di PT.INKA Madiun, salah satu perusahan BUMN yang terletak di tempat kelahiran saya. Jika ditanya bangga, mesti akan saya jawab “iya, saya bangga”, karena apa ? “iya , karena selain saya berbaground perkapalan tetapi saya dapat OJT di perkeretaapian dan di salah satu di perusahaan BUMN.”  Meski banyak sekali yang menyayangkan hal tersebut, “buat apa OJT di perkeretaapian, padahal ilmu perkapalan itu sangat mahal.” Tetapi saya tetap optimis saya pasti bisa mengikuti OJT di perkeretaapian. Dan prinsip saya, ada industri di tanah kelahiran sendiri, mengapa tidak mencoba dan bergabung dengan industri tersebut.
Hari pertama masuk OJT, lagi-lagi banyak pertanyaaan, “loooh, anak perkapalan kok belajar perkeretaapian, yang bener aja”. Kini saya senyum dan menjawab, “ iya ini bener dan serius”. Saya disini ditempatkan di divisi Teknologi, khususnya desain mekanik. Sesuai dengan prodi design construction, karena senior manager disini awalnya menanyakan dan melihat langsung tugas-tugas yang saya peroleh di kampus. Kata beliau cukup lah buat awal seorang designer, yang penting dapat menguasai AutoCAD. Selanjutnya saya langsung diberikan setumpuk gambar kereta dan disuruh mempelajari. Awalnya saya shock banget, ini apa gambar apa coba. Hihihihi. Setelah berhari-hari disini saya mampu mengikutinya dan mulai mendapat tugas.
Setelah tugas di AutoCAD saya selesaikan, saya diberikan tugas lagi di softwere yang baru menurut saya. Yaitu saya harus dapat menggambar di softwere Inventor. Lagi-lagi ini menjadi shock terapi buat saya. Eeeiiiits lebay dikit.  Dari yang awalnya sama sekali tidak tahu dan tidak paham apa itu inventor hingga sekarang dibuat pusing dengannya. Meski saya pemula disini, tetapi saya tetap mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Saya bissmillah dan modal yakin saja semoga selesai dengan benar dan sesuai yang diharapkan. “ini pak sudah selesai”, “terimakasih ya mbak, cepat sekali anda belajar dan mengerjakannya”. Dalam fikiran saya, sungguh saya senang sekali, awal yang bagus lah buat pemula, tetapi tak taunya gambar saya masih ada yang salah, dan saya harus revisi. Tidak masalah seeh bagi saya, saya disini memang belajar jadi cukup wajar jika ada kesalahan dan harus revisi.
Pagi ini saya penuh semangat untuk berangkat dan segera menyelesaikan revisi kemarin. Sampai di kantor saya kaget, ternyata PC yang biasanya saya gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas tidak ada di meja. Hemmmmm,,, menghela nafas panjang, sudah semangat kerja, berangkat pagi-pagi tetapi PC tidak ada di meja L L L . Saya menunggu pembimbing dan menanyakan hal tersebut, ternyata PC nya digunakan oleh yang punya, yang sebelumnya dibagian lain dan sekarang kembali ke divisi teknologi lagi. Yaaaah , akhirnya saya menggunakan laptop saya sendiri, dan menginstal Inventor. Karena keterbatasan dengan laptop saya, inventor 2015 tidak bisa terinstal, meski sudah saya tambah RAMnya, masih tidak bisa yang 2015, akhirnya bisa tetepi inventor 2012.
Saya copy dari PC sebelumnya untuk saya lanjutkan di laptop saya, dan ternyata data saya tidak dapat dibuka. Akhirnya pembimbing saya memberikan instaler Pro-Engineering. Dan alhamdulillah bisa dengan Pro-E. Tapi saya harus belajar softwere baru lagi. Ada semingguan lah untuk beradaptasi dengan Pro-E. Mulai berganti dari inventor ke Pro-E saya tiap senin malam mengikuti training Pro-E. Hingga sekarang saya melanjukan pekerjaan nya dengan menggunakan Pro-E.
Dibalik semuanya saya mendapatkan pelajaran yang sangat banyak sekali. Mulai belajar proses desain dan produksi kereta, dari permintaan costumer hingga kereta kembali ke costumer. Belum lagi belajar softwere Inventor dan  Pro-E, yang awalnya tidak pernah tau hingga sekarang dapat mengoperasikan. Dan karyawan disini, banyak  yang menyayangkan saya, karena saya hanya mahasiswi D3.
Dalam hati ingin melanjutkan ke SI , tetapi kasihan orang tua yang menginginkan saya bekerja. Dengan alasan cukup D3 dengan bidikmisi dan setelah lulus dapat bekerja. Orang tua tidak mampu membiayaimu lagi. Besar harapan dapat bekerja di PT.INKA, tetapi jika D3 hanya dapat menjadi PKWT (karyawan kontrak) untuk tetap harus SI. Mohon maaf jika essaynya alay dan mungkin lebih ke cerpen. Terimakasih sudah membaca pengalaman OJT hingga sekarang.



Titin Wahyu Septiyana
Madiun, 29 April 2016

Senin, 18 April 2016

Motivation by my self

saya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Dimana bapak saya sudah tiada semenjak saya duduk di kelas 8 SMP. ketiadaan satu orang tua saya ini menjadi salah satu motivasiku agar aku dan keluargaku menjadi lebih baik dalam hal ekonomi. meski tiada seorang bapak, cita-cita ku untuk sekolah sangat tinggi. saya yakin dengan saya belajar dengan giat, saya akan mampu kuliah. 

saya belajar di SD N Bakur 01, di SD ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup, mulai dari menghargai orang, cara bicara dengan orang yang lebih tua, pokoknya buanyak sekali hal yang saya dapatkan di SDN Bakur 01 ini. Meski SD ini tergolong terpecil dan di desa, tapi mampu membuat saya mengetahui banyak hal, so jangan minder yaaa yang sekolah nya di desa dan pinggiran seperti saya, bisa kok bersaing dengan anak-anak kota. hehehehe. 
alhamdulillah sejak SD kelas I hingga SD kelas VI saya mendapatkan peringkat kelas terus, hehehehe. masuk 3 besar di kelas gitu maksudnya. eeeeits bukannya menyombongkan diri, hanya untuk motivasi aja deeeh. 

setelah lulus dari SD, saya melanjutkan ke SMP Negeri, pokoknya masuk negeri lah, alhamdulillah keterima di SMP N favorite, meski hanya favorite se Kecamatan, hihihihi. meski awalnya sempat gak mau sekolah di SMP N 1 Sawahan, namanya soalnya sawahan seeh, tapi ingat yaa guys meski sawahan tetapi dalemnya wiiiiiiiihhhh, keren-keren semua.,.. nggak nyesel deeeeh sekolah di situ. buktinya buanyak hal yang saya dapatkan, mulai dari cowok, eeeeeeeeh, bukan-bukan.. maksudnya pelajaran baru-baru mengenai materi-materi yang belum saya dapatkan di SD dulu. mulai lah sejak SMP ini saya mengikuti organisasi, OSIS dulu namanya. oiya sekarang pun namanya juga masih OSIS . masih anak baru jadinya numpang tenar saja. hehehe. 
baru naik kelas 8 saya ditingal bapak, hiks sedih banget. aaaah udahlah jangan di ulang kembali bikin nangis lagi,,
di kelas 8 ini saya masih stay di OSIS, belajar lagi lah jadi wakil OSIS, di kelas 8 ini saya alhamdulillah mendapatkan juara 1 menjadi putri SMP gitu laaah. selain itu juga pernah mengikuti olimpiade SAINS, tapi kalah, gpp lah buat pengalaman, seperti itu loh ternyata olimpiade.

setelah lulus dari SMP N 1 Sawahan. saya melanjutkan di SMA N 1 Nglames, meski sebelumnya sempat daftar di SMA kota, hiks tercampakkan deeh saya, ingat titin kamu anak kabupaten bukan kota, ingaaat hanya 10% peluang masuk SMA kota. kaaaan bener tercampakkan, tapi alhamdulillah masih bisa masuk di SMA N 1 Nglames. disini lah banyak saya berubah, yang dulunya belum berhijab, semenjak masuk SMA N 1 Nglames jadi berhijab, banyak sekali hikmahnya saya tidak diterima di SMA kota,  jadilah mulai SMA lebih sederhana, nggak rempong-rempong lagi seperti di SMP dulu. hehehe.